April 2018BandungPerbankan & Koperasi

Penerapan Petty Cash Menuju Green Banking

Jadwal Training Penerapan Petty Cash Menuju Green Banking:

    DESCRIPTIVE

    Perhatian terhadap lingkungan semakin gencar dilakukan oleh berbagai pihak, baik di Tanah Air dan di tingkat global. Maklum, karena semakin giatnya perekonomian berjalan, seperti bidang industri, semakin besar pula kerusakan lingkungan yang terjadi. Salah satu pihak yang berusaha menunjukkan perhatiannya terhadap lingkungan adalah sektor perbankan. Sektor ini sedang berupaya mengembangkan perbankan yang ramah lingkungan (green banking). Demi menjaga lingkungan hidup, konsep ekonomi hijau terus digaungkan. Di sektor perbankan pun terdapat istilah green banking. Prinsip dasar dari green banking adalah upaya memperkuat kemampuan manajemen risiko bank, khususnya yang terkait dengan lingkungan hidup, dan mendorong perbankan untuk meningkatkan portofolio pembiayaan ramah lingkungan hidup.

    Merespons Undang-undang No 32 Tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mengharuskan semua aktivitas ekonomi untuk patuh mendorong kelestarian lingkungan dengan pemberian sanksi baik pidana bagi pelakunya hingga pencabutan izin lingkungan, pentingnya perbankan nasional mengembangkan green banking ini juga sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing perbankan nasional.

    Pengeluaran kas didalam prakteknya, tidak semua dapat dilakukan dengan menggunakan cek, karena untuk pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil, sangat tidak efektif bila dilakukan dengan menggunakan cek. Untuk itu perusahaan biasanya membentuk suatu dana khusus yang disebut dengan dana kas kecil.

    Petty Cash atau kas kecil sering sekali kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari sedangkan dalam laporan keuangan, kas kecil itu merupakan akun yang khusus dipergunakan untuk mendanai transaksi kecil dan rutin. Dalam suatu perusahaan kas kecil memiliki peranan penting dalam kegiatan operasional, terlepas dari material atau tidaknya nilai dari kas kecil tersebut. Biasanya kas kecil digunakan dalam transaksi kecil yang terjadi setiap hari mulai sejak awal jam operasional perusahaan di pagi hari sampai akhir jam operasional di sore atau malam hari. Sehingga perusahan harus melakukan pengelolaan kas kecil secara baik karena jika tidak adanya pengelolaan setiap harinya maka dapat mengganggu kelancaran kegiatan operasional perusahaan. 

    Soemarso (2004) mendefinisikan dana kas kecil sebagai berikut : “sejumlah uang tunai tertentu yang disisihkan dalam perusahaan dan digunakan untuk melayani pengeluaran-pengeluaran tertentu. Biasanya pengeluaran-pengeluran yang dilakukan melalui dana kas kecil adalah pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya tidak besar, pengeluaran-pengeluaran lain dilakukan dengan bank (dengan cek)”.

    Dari kutipan di atas jelas bahwa dana ini hanya diperuntukan bagi pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil yang tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan cek. Oleh sebab itu perusahan perlu menetapkan mata anggaran apa saja yang bisa dibayarkan dengan menggunakan kas kecil, dan mata anggaran apa saja yang tidak bisa dilakukan dengan menggunakan dana tersebut, karena tidak semua pengeluaran yang jumlahnya kecil layak dibayarkan dengan menggunakan dana kas kecil. Tetapi ada perkiraan-perkiraan karena alasan tertentu tidak dibayarkan dengan kas kecil, walaupun jumlahnya relatif kecil.

    Dalam sebuah perusahaan yang sudah besar, fungsi dana kas kecil sangatlah penting untuk menunjang kelancaran aktivitas dari perusahaan, karena setiap pengeluaran yang relatif kecil tidak efektif jika dilakukan dengan menggunakan cek disebabkan penarikan cek memebutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi dengan adanya dana kas kecil semua pengeluaran tersebut dapat dilakukan dengan segera. Biasanya pengeluaran yang termasuk dalam dana kas kecil itu sifatnya pengeluaran rutin.

    Karena fungsinya yang demikian penting, maka pada perusahaan yang berukuran menengah besar, dana kas kecil ini sudah merupakan kebutuhan yang mutlak harus ada. Dapat dibayarkan betapa tidak efesiennya apabila dana kas kecil ini tidak disediakan anggarannya oleh perusahan tersebut, karena pada saat akan melakukan pengeluaran uang harus menunggu pencairan cek terlebih dahulu. Tapi kalau perusahaan tersebut menyediakan anggaran bagi dana kas kecil, maka setiap melakukan pengeluaran yang kecil-kecil tidak harus menunggu pencairan cek terlebih dahulu tetapi bisa langsung pembayarannya mengunakan dana kas kecil tadi. Jumlah dana kas kecil yang tersedia ditangan juga tidak boleh terlalu besar jumlahnya, karena akan menyebabkan sejumlah dana yang menganggur dan juga dapat menimbulkan resiko kehilangan. Dengan adanya dana kas kecil yang jumlahnya sesuai kebutuhan, tentu aktivitas perusahaan dapat berjalan lancar.

     

    OBJECTIVES

    1. Mampu menerapkan petty cash menuju green banking
    2. Mengerti dasar-dasar pengelolaan kas di dalam perusahaan
    3. Mampu berperan sebagai kontroler dalam perencanaan dan pengendalian petty cash
    4. Mampu merancang pembukuan serta menata keuangan perusahaan

     

    COURSE OUTLINE

    1. Cash Concept and Principles

    • Cash Cycle
    • Definition
    • Cash Disbursement
    • Cash Receipt
    • Cash Requirement
    • Source of Cash

    2. Metode pengelolaan kas kecil

    3. Imprest Fund Method

    4. Fluctuation Method

    5. Prosedur Pembentukan Dana Kas Kecil

    6. Prosedur Pengeluaran Dana Kas Kecil

    7. Cash Flow Statement

    8. Petty Cash Features

    • Coding Petty Cash
    • Form Petty Cash
    • Petty Cash Information System
    • Petty Cash Opname

    9. Petty Cash Management

    10. Petty Cash Administration

     

    TRAINING METHOD

    Pre test

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Post test

    Evaluation

     

    FACILITIES

    Training Kit

    Handout

    Certificate

    Lunch + 2x Coffee Break

    Souvenir

    Pick Up Participant (Yogyakarta)

     

    TRAINING FEE for Penerapan Petty Cash Menuju Green Banking

    Rp6.500.000,-/Participant/Non Residential

    (Quota Minimal 3 participant)

    Form Pre-Registrasi

    Data Materi Training

    Topik Training : Penerapan Petty Cash Menuju Green Banking
    Link
    *Jumlah Peserta Estimasi Jumlah Peserta yang di ajukan
    *Nama Peserta Yang Didaftarkan

    Personal Data

    *Nama
    *Jabatan Jabatan/Divisi/Departement
    *Nama Perusahaan
    *Alamat Perusahaan
    *Email Perusahaan
    *Email Alternatif eg: gmail, yahoo, hotmail
    *Telepon Kantor
    Ekstensi
    *Handphone
    * Harus di isi
    Tags
    , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

    Related Articles

    *Semua Silabus dan jadwal training yang ada di Training SDM adalah milik dari masing-masing vendor penyelenggara training.
    Close