Home » Online Training – Zero Accident Training: Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati
Online Training – Zero Accident Training: Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati
December 6, 2025
Jadwal Pelatihan Online Training – Zero Accident Training: Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati
| Tanggal | Tempat | Kota | | 08 - 09 Desember 2025 | - | - |
DESCRIPTION
Pelatihan Zero Accident Training: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenali potensi bahaya, menganalisis risiko, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan kecelakaan kerja secara efektif. Pelatihan ini menekankan pada safety awareness, budaya kerja aman, serta penerapan praktik K3 yang berorientasi pada pencegahan sebagai prioritas utama. Diharapkan setelah pelatihan ini, peserta mampu mempraktikkan prinsip zero accident dalam aktivitas kerja sehari-hari dan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
TUJUAN
- Memahami konsep dasar Zero Accident dan penerapannya di tempat kerja.
- Mengidentifikasi bahaya (hazard identification) dan menilai risiko kerja.
- Mengetahui standar K3 yang berlaku serta penerapannya.
- Mengembangkan budaya keselamatan yang konsisten dan berkelanjutan.
- Menerapkan tindakan pencegahan kecelakaan dan prosedur kerja aman.
- Melakukan evaluasi dan investigasi insiden untuk mencegah kejadian berulang.
- Mengambil peran aktif dalam menjaga keselamatan diri, tim, dan perusahaan
MATERI Training Online – Zero Accident : Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati
Pengantar Zero Accident
- Definisi dan prinsip dasar Zero Accident
- Alasan pentingnya pencegahan kecelakaan
- Peran dan tanggung jawab setiap level pekerja
- Studi kasus kecelakaan industri
Regulasi & Standar K3
- Dasar hukum K3 di Indonesia
- Kebijakan perusahaan terkait keselamatan
- Standar internasional (ISO 45001, SMK3, dll.)
- Kewajiban perusahaan dan pekerja dalam penerapan K3
Identifikasi Bahaya (Hazard Identification)
- Jenis-jenis bahaya di lingkungan kerja (fisik, kimia, mekanik, ergonomi, dll.)
- Teknik identifikasi bahaya di area operasional
- Penentuan faktor penyebab bahaya
Penilaian Risiko (Risk Assessment)
- Konsep Likelihood & Severity
- Penyusunan matriks risiko
- Penentuan tingkat risiko: rendah – sedang – tinggi
- Prioritas pengendalian risiko (HIRARC)
Pengendalian Risiko (Risk Control)
- Hierarki pengendalian risiko (Eliminasi – Substitusi – Engineering – Administrative – APD)
- Penerapan tindakan pencegahan kecelakaan
- Penyusunan prosedur kerja aman (SOP / Work Instruction)
- Monitoring dan evaluasi pengendalian risiko
Budaya Keselamatan (Safety Culture)
- Ciri-ciri budaya keselamatan yang kuat
- Pembentukan kebiasaan kerja aman
- Komunikasi keselamatan yang efektif
- Kepemimpinan dalam keselamatan (Safety Leadership)
Manajemen Keadaan Darurat
- Jenis keadaan darurat di tempat kerja
- Prosedur tanggap darurat
- Penggunaan APAR dan peralatan keselamatan lainnya
- Rencana evakuasi dan jalur penyelamatan
Evaluasi dan Rencana Implementasi Zero Accident
- Penyusunan action plan keselamatan
- Implementasi Zero Accident di unit kerja masing-masing
- Evaluasi akhir pelatihan