Home » Akuntansi Aset Tak Berwujud Sesuai Pajak 19 (Revisi 2009) dan ISAK 14
Akuntansi Aset Tak Berwujud Sesuai Pajak 19 (Revisi 2009) dan ISAK 14
June 22, 2026
Jadwal Pelatihan Akuntansi Aset Tak Berwujud Sesuai Pajak 19 (Revisi 2009) dan ISAK 14
| Tanggal | Tempat | Kota | | 29 - 30 Juni 2026 | - | Yogyakarta |
Akuntansi Aset Tak Berwujud Sesuai Pajak 19 (Revisi 2009) dan ISAK 14
LATAR BELAKANG Akuntansi Aset Tak Berwujud Sesuai Pajak 19 (Revisi 2009) dan ISAK 14
Aset tak berwujud (Intangible Assets) seperti merek dagang, hak paten, hak cipta, lisensi, software, franchise, goodwill, dan hasil pengembangan produk memiliki peran strategis dalam meningkatkan nilai perusahaan. Namun, pengakuan, pengukuran, amortisasi, penurunan nilai, dan pengungkapannya memerlukan perlakuan akuntansi khusus sesuai dengan PSAK 19 (Revisi 2009) dan ISAK 14. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai pengelolaan dan pelaporan aset tak berwujud sehingga sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dan menghasilkan laporan keuangan yang andal.
TUJUAN Akuntansi Aset Tak Berwujud Sesuai Pajak 19 (Revisi 2009) dan ISAK 14
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
- Memahami konsep dan karakteristik aset tak berwujud.
- Mengidentifikasi aset yang memenuhi kriteria pengakuan sebagai aset tak berwujud.
- Menerapkan ketentuan PSAK 19 (Revisi 2009) dan ISAK 14.
- Mengukur biaya perolehan dan nilai tercatat aset tak berwujud.
- Melakukan amortisasi dan pengujian penurunan nilai (impairment).
- Mengelola aset tak berwujud yang diperoleh maupun yang dikembangkan secara internal.
- Menyusun pengungkapan aset tak berwujud dalam laporan keuangan.
- Mengidentifikasi implikasi akuntansi dan perpajakan terkait aset tak berwujud.
- Konsep Dasar Aset Tak Berwujud
- Definisi aset tak berwujud
- Karakteristik utama aset tak berwujud
- Keteridentifikasian (Identifiability)
- Pengendalian (Control)
- Manfaat ekonomis masa depan (Future Economic Benefits)
- Ruang lingkup PSAK 19 dan ISAK 14
- Ketentuan PSAK 19 (Revisi 2009)
- Tujuan dan ruang lingkup PSAK 19
- Kriteria pengakuan aset tak berwujud
- Pengakuan awal aset tak berwujud
- Pengukuran setelah pengakuan
- Model biaya dan model revaluasi
- Perolehan Aset Tak Berwujud
- Akuisisi terpisah
- Akuisisi melalui kombinasi bisnis
- Akuisisi melalui hibah pemerintah
- Pertukaran aset
- Penentuan biaya perolehan aset tak berwujud
- Aset Tak Berwujud yang Dihasilkan Secara Internal
- Tahap penelitian (Research Phase)
- Tahap pengembangan (Development Phase)
- Pengeluaran yang dapat dikapitalisasi
- Pengeluaran yang harus dibebankan
- Studi kasus kapitalisasi biaya pengembangan software, aplikasi, dan produk inovasi
- Pengukuran dan Amortisasi
- Penentuan umur manfaat
- Umur manfaat terbatas dan tidak terbatas
- Metode amortisasi
- Nilai residu
- Perubahan estimasi umur manfaat
- Pencatatan jurnal amortisasi
- Penurunan Nilai (Impairment) Aset Tak Berwujud
- Konsep impairment
- Indikator penurunan nilai
- Pengujian impairment
- Pengakuan rugi penurunan nilai
- Pemulihan nilai aset
- ISAK 14 dan Implementasinya
- Ruang lingkup ISAK 14
- Interpretasi atas perlakuan akuntansi aset tak berwujud
- Permasalahan implementasi di perusahaan
- Hubungan ISAK 14 dengan PSAK 19
- Studi kasus penerapan ISAK 14
- Goodwill dan Aset Tak Berwujud Khusus
- Goodwill dalam kombinasi bisnis
- Hak paten
- Hak cipta
- Lisensi
- Franchise
- Software komputer
- Merek dagang dan brand value
- Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan
- Penyajian pada laporan posisi keuangan
- Pengungkapan dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CALK)
- Rekonsiliasi nilai tercatat aset tak berwujud
- Persyaratan pengungkapan PSAK 19
- Implikasi Pajak dan Audit
- Perbedaan perlakuan akuntansi dan fiskal
- Amortisasi fiskal aset tak berwujud
- Dokumentasi pendukung
- Persiapan audit eksternal dan internal
- Best practice pengelolaan aset tak berwujud