Juli 2019Perbankan & KoperasiYogyakarta

Membangun Budaya Anti Fraud di BPR Melalui Etos Kerja

Jadwal Training Membangun Budaya Anti Fraud di BPR Melalui Etos Kerja:
  • 23 - 25 Juli 2019, Neo Malioboro Hotel, Yogyakarta

DESCRIPTION

Modus kejahatan (fraud) perbankan, khususnya di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) terus berkembang. Kejahatan ini tidak lagi hanya mengincar sisi aktiva, tapi juga mulai berkembang di sisi liabilitas BPR. Hal ini diakui Ketua Perbarindo Joko Suyanto bahwa modus operandi sekarang bukan hanya aset seperti kredit fiktif atau di collection, namun sudah ke liabilitas, misalnya deposito, dan masalah collection tabungan.

Sementara itu, karakteristik BPR yang menggarap segmen ritel adalah “jemput bola” untuk mengumpulkan tabungan masyarakat. Ini menimbulkan celah terjadinya kejahatan perbankan pada koleksi tabungan. Padahal, potensi tabungan BPR luar biasa. Saat ini ada hampir 14 juta nasabah, dan mayoritas 10,1 juta adalah rekening penabung. Jika tidak diawasi dengan baik, fraud di sisi tabungan bisa terjadi.

Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada Tahun 2015 menunjukkan bahwa 63 BPR/BPRS telah dicabut izinnya. Penyebabnya rata-rata adalah kasus kejahatan perbankan. Karenanya, Sumber Daya Manusia (SDM) di BPR harus memiliki kemampuan mendeteksi, mengantisipasi hingga menyelesaikan fraud.

Training ini diperlukan untuk meningkatan efektifitas pengendalian intern sebagai upaya meminimalkan risiko fraud dengan cara membangun budaya anti fraud. Efektifitas pengendalian fraud dalam BPR pada dasarnya merupakan tanggung jawab manajemen, sehingga diperlukan pemahaman yang tepat dan menyeluruh tentang fraud. Karena itu, sehingga diperlukan arahan dan menumbuhkan awarness untuk mengendalikan resiko fraud pada BPR.

Strategi membangun budaya anti fraud merupakan wujud komitmen manajemen bank dalam mengendalikan fraud yang diterapkan dalam bentuk sistem pengendalian fraud. Strategi ini menuntut manajemen untuk mengarahkan sumber daya agar sestem pengendalian fraud dapat diimplementasikan secara efektif dan berkesinambungan.

 

BENEFIT

  1. Menjelaskan tujuan dan memahami analisis modus-modus kejahatan perbankan
  2. Menentukan dan mengembangkan strategi untuk meminimalisir terjadinya fraud
  3. Mengembangkan analisis fraud sehingga dapat mengantisipasi
  4. Mengidentifikasi pola dan wawasan sebelum terjadinya fraud
  5. Menciptakan budaya kerja sehat di setiap unit bisnis
  6. Menerapkan etika bisnis sehingga dapat mewujudkan iklim usaha yang sehat dan transparan
  7. Memahami dan memastikan implementasi penanggulangan dan langkah-langkah pencegahan fraud secara efektif dan efisien melalui studi kasus di institusi keuangan.

 

COURSE OUTLINE

  1. Pengertian Fraud
  2. Modus-modus yang Sering Terjadi pada Operasional dan Marketing
  3. Memahami Para Pelaku Fraud
  4. Etos Kerja dalam Menanggulangi Fraud
  5. Membuat Kesepakatan agar Tidak Melakukan Fraud
  6. Pengawasan dan Tindak Lanjut

 

PARTICIPANT

Peserta dalam training ini diharapkan dapat ikuti oleh para Supervisor, Manajer, dan para pengambil keputusan di BPR baik dari aspek bisnis maupun operasional.

 

TRAINING METHOD

Presentation

Discussion

Case Study

Evaluation

 

FACILITY

Training Kit

Flash disk

Handout

Certificate

Lunch + 2x Coffee Breaks

Souvenir

Pick Up Participant (Yogyakarta)

 

TRAINING FEE for Membangun Budaya Anti Fraud di BPR Melalui Etos Kerja

Rp6.500.000,-/Participant/Non Residential

Running minimal 8 Peserta

Form Pre-Registrasi

Data Materi Training

Topik Training : Membangun Budaya Anti Fraud di BPR Melalui Etos Kerja
Link
*Jumlah Peserta Estimasi Jumlah Peserta yang di ajukan
*Nama Peserta Yang Didaftarkan

Personal Data

*Nama
*Jabatan Jabatan/Divisi/Departement
*Nama Perusahaan
*Alamat Perusahaan
*Email Perusahaan
*Email Alternatif eg: gmail, yahoo, hotmail
*Telepon Kantor
Ekstensi
*Handphone
* Harus di isi
Tags
, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Related Articles

Check Also

Close
*Semua Silabus dan jadwal training yang ada di Training SDM adalah milik dari masing-masing vendor penyelenggara training.
Close