| Tanggal | Tempat | Kota |
|---|---|---|
| 07 - 08 Juli 2026 | - | Yogyakarta |
| 07 - 08 Juli 2026 | - | Online |
Dalam industri perbankan yang semakin kompleks dan penuh dinamika, kemampuan mengelola risiko operasional bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan keharusan strategis. Setiap aktivitas, mulai dari proses transaksi harian hingga pengelolaan sistem teknologi, menyimpan potensi risiko yang dapat berdampak signifikan terhadap reputasi, kinerja keuangan, dan keberlangsungan bisnis bank. Oleh karena itu, pelatihan Manajemen Risiko Operasional Bank menjadi langkah penting untuk membekali para profesional dengan pemahaman mendalam, keterampilan analisis yang tajam, serta kemampuan mitigasi yang efektif. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi potensi risiko sejak dini, mengambil keputusan yang tepat, serta menciptakan sistem pengendalian yang kuat dan berkelanjutan, sehingga bank dapat beroperasi secara lebih aman, efisien, dan terpercaya di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Banyak institusi perbankan masih menghadapi tantangan dalam mengidentifikasi dan memetakan risiko operasional secara menyeluruh di setiap lini proses bisnis. Seringkali, risiko tidak terdokumentasi dengan baik, sehingga potensi kerugian akibat kesalahan proses, human error, maupun kelemahan sistem tidak terdeteksi sejak dini. Di sisi lain, implementasi pengendalian internal belum berjalan optimal dan belum terintegrasi dengan aktivitas operasional harian, sehingga menimbulkan celah yang dapat dimanfaatkan untuk terjadinya fraud maupun penyimpangan. Kurangnya pemahaman praktis mengenai tools dan metode pengukuran risiko juga menjadi hambatan dalam melakukan mitigasi yang tepat.
Selain itu, dinamika perkembangan teknologi digital dan perubahan regulasi yang semakin ketat menuntut perbankan untuk lebih adaptif dan responsif dalam mengelola risiko operasional. Namun, tidak semua organisasi memiliki sumber daya manusia yang memiliki risk awareness yang kuat serta kemampuan analisis yang memadai. Akibatnya, pengelolaan risiko seringkali bersifat reaktif, bukan preventif. Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya kompleksitas sistem IT, ancaman cyber risk, serta tuntutan kepatuhan terhadap regulasi yang terus berkembang, sehingga diperlukan peningkatan kompetensi melalui pelatihan yang terstruktur dan aplikatif.
Data Materi Training | |
| Topik Training | : Bank Risk Management Motivation |
| Link | |
| *Jumlah Peserta | |
| *Nama Peserta Yang Didaftarkan | |
Personal Data | |
| *Nama | |
| *Jabatan | |
| *Nama Perusahaan | |
| *Alamat Perusahaan | |
| *Email Perusahaan | |
| *Email Alternatif | |
| *Telepon Kantor | |
| Ekstensi | |
| *Handphone | |
| * Harus di isi | |
![]() | |
Silahkan isi form berikut sebelum melakukan chat