Online Training – Program Pengendalian Resistensi Antimikroda (PPRA)

Online Training – Program Pengendalian Resistensi Antimikroda (PPRA)

January 12, 2024

Jadwal Pelatihan Online Training – Program Pengendalian Resistensi Antimikroda (PPRA)

TanggalTempatKota
29 - 30 Januari 2024--
15 - 16 Januari 2024--

PENDAHULUAN

Resistensi mikroba terhadap antimikroba (disingkat: resistensi antimikroba, antimicrobial resistance, AMR) telah menjadi masalah kesehatan
yang mendunia, dengan berbagai dampak merugikan dapat menurunkan mutu pelayanan kesehatan. Muncul dan berkembangnya resistensi antimikroba terjadi karena tekanan seleksi (selection pressure) yang sangat berhubungan dengan penggunaan antimikroba, dan penyebaran mikroba resisten (spread). Tekanan seleksi resistensi dapat dihambat dengan cara menggunakan secara bijak, sedangkan proses penyebaran dapat dihambat dengan cara mengendalikan infeksi secara optimal. Resistensi antimikroba yang dimaksud adalah resistensi terhadap antimikroba yang efektif untuk terapi infeksi yang disebabkan oleh bakteri, jamur, virus, dan parasit. Bakteri adalah penyebab infeksi terbanyak maka penggunaan antibakteri yang dimaksud adalah penggunaan antibiotik. Berbagai cara perlu dilakukan untuk menanggulangi masalah resistensi antimikroba ini baik di tingkat perorangan maupun di tingkat institusi atau lembaga pemerintahan, dalam kerja sama antarinstitusi maupun antar-negara.

WHO telah berhasil merumuskan 67 rekomendasi bagi negara anggota untuk melaksanakan pengendalian resistensi antimikroba. Di Indonesia rekomendasi ini tampaknya belum terlaksana secara institusional. Padahal, sudah diketahui bahwa penanggulangan masalah resistensi antimikroba di tingkat internasional hanya dapat dituntaskan melalui gerakan global yang dilaksanakaan secara serentak, terpadu, dan bersinambung dari semua negara. Diperlukan pemahaman dan keyakinan tentang adanya masalah resistensi antimikroba, yang kemudian dilanjutkan dengan gerakan nasional melalui program terpadu antara rumah sakit, profesi kesehatan, masyarakat, perusahaan farmasi, dan pemerintah daerah di bawah koordinasi pemerintah pusat melalui kementerian kesehatan. Gerakan penanggulangan dan pengendalian resistensi antimikroba secara paripurna ini disebut dengan Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA).

 

TUJUAN PELATIHAN

  • Memahami Peraturan Peraturan Pemerintah tentang PPRA
  • Memahami kebijakan dan peran pimpinan rumah sakit dalam PPRA
  • Memahami prinsip dasar pengendalian antimikroba dan implementasinya
  • Memahami farmakokinetik dan farmakodinamik antibiotic
  • Mengetahu model penerapan PPRA

 

MATERI Training Online – Program Pengendalian Resistensi Antimikroda (PPRA)

  1. Kebijakan dan peran pimpinan rumah sakit dalam PPRA
  2. Prinsif dasar PPRA (prinsif dasar munculnya bakteri resisten), strategi pencegahan dan mengatasi nya
  3. Prinsif dasar pengendalian infeksi dengan benar ( universal precaution)
  4. Farmakokinetik dan farmakodinamik antibiotic (PK/PD)
  5. Penggunaan antibiotik untuk tujuan profilaksis pada pembedahan
  6. Penggunaan antibiotic untuk tujuan terapi pada kasus infeksi
  7. Manajemen sampling pemeriksaan mikrobiologi dan interpretasi kegunaan klinis hasil pemeriksaan mikrobiologi
  8. Peran farmasis dalam pengendalian penggunaan antibiotic
  9. Audit kualitas dan kuantitas penggunaan antibiotic
  10. Penyusunan penggunaan antibiotic dengan standard internasional
  11. Model penerapan PPRA didepartment SMF
  12. Praktek penyusunan POA-PPRA Rumah Sakit
Form Pre-Registrasi

Data Materi Training

Topik Training : Online Training – Program Pengendalian Resistensi Antimikroda (PPRA)
Link
*Jumlah Peserta
*Nama Peserta Yang Didaftarkan

Personal Data

*Nama
*Jabatan
*Nama Perusahaan
*Alamat Perusahaan
*Email Perusahaan
*Email Alternatif
*Telepon Kantor
Ekstensi
*Handphone
* Harus di isi
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,