April 2020Health & Safety at WorkHSEYogyakarta

Statistik Kecelakaan Kerja

Jadwal Pelatihan Statistik Kecelakaan Kerja

TanggalKota
07 - 09 April 2020Yogyakarta

OUTLINE MATERI Training Statistik Kecelakaan Kerja

Perhitungan kecelakaan kerja adalah hal yang fundamental dalam dunia keselamatan dan kesehatan kerja karena tujuan utama dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dengan menghitung kecelakaan kerja, kita bisa menghitung lagging indicator berupa indikator yang menunjukkan performa K3 di masa lalu.

Di Indonesia, peraturan keselamatan dan kesehatan kerja terkait dengan kecelakaan diatur dalam 4 peraturan berikut:

  1. Permenaker No.Per.25/MEN/XII/2008 tentang Pedoman Diagnosis dan Penilaian Cacat Karena Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja
  2. Permenaker No.Per.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di Tempat Kerja
  3. Permenaker RI No.Per-03/MEN/1998 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan
  4. Keputusan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 609 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyelesaian Kasus Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja
  5. Permenaker No. Per-01/Men/I/2007 Tentang Pedoman Pemberian Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Dari 5 peraturan di atas, tidak ada yang membahas detail mengenai klasifikasi kecelakaan dan bagaimana cara menghitung statistik kecelakaan kerja. Namun, Permenaker No.Per-01/Men/I/2007 setidaknya memberikan definisi terkait dengan kecelakaan kerja hilang waktu berupa:

Kecelakaan kerja yang menghilangkan waktu kerja apabila kecelakaan yang menyebabkan seorang pekerja tidak dapat melakukan pekerjaannya telah terjadi kecelakaan kerja selama 2 x 24 jam

Oleh karena minimnya referensi penghitungan kecelakaan kerja di Indonesia, banyak praktisi keselamatan kerja yang menggunakan referensi negara lain untuk menghitung kecelakaan kerja di Indonesia. 

OSHA Log 300

Salah satu referensi perhitungan angka kecelakaan yang paling banyak digunakan oleh praktisi adalah OSHA Log 300 yang dibuat oleh Occupational Safety and Health Administration Amerika Serikat. OSHA Log 300 ini berupa form untuk mencatat luka dan penyakit akibat kerja.

Sebuah kecelakaan atau penyakit dikategorikan sebagai kecelakaan atau penyakit akibat kerja jika sebuah kejadian atau pajanan di tempat kerja menyebabkan bertambah buruknya kondisi awal sebelum terjadinya kejadian baik kecelakaan ataupun penyakit akibat kerja. Tempat kerja termasuk pada tempat-tempat dimana satu atau beberapa pekerja sedang berada karena perintah pekerjaan.

Tingkatan kecelakaan yang diatur dalam OSHA Log 300 adalah:

1. FIRST AID

First Aid adalah kecelakaan di mana mencakup jenis-jenis kecelakaaan berikut:

  • Menggunakan obat non resep dengan kekuatan dosis yang tidak diresepkan
  • Mendapatkan imunisasi tetanus
  • Membersihkan luka di permukaan kulit
  • Menggunakan pelindung kulit (plester, bandage, gauze pads)
  • Menggunakan terapi air panas atau air dingin
  • Menggunakan penopang tubuh yang tidak tetap seperti perban, penopang tulang belakang yang non rigid, elastic bandage
  • Menggunakan alat pembatas gerak yang sementara ketika memindahkan korban seperti tali, pendukung leher, atau papan tulang belakang
  • Drilling kuku jari untuk menghilangkan tekanan, atau mengeluarkan cairan dari luka lepuh
  • Menggunakan penutup mata
  • Menggunakan aliran air atau kapas basah untuk memindahkan kotoran yang masuk ke dalam mata atau bagian tubuh lain selain mata

2. MEDICAL TREATMENT

Medical Treatment adalah kecelakaan yang membutuhkan pertolongan lebih lanjut dari petugas medis. Medical Treatment ini lebih parah daripada kasus First Aid yang telah disebutkan di atas. Medical Treatment termasuk memberikan perawatan medis kepada pasien dengan tujuan untuk mengatasi penyakit atau cidera. Kriteria Medical Treatment ini tidak termasuk kecelakaan yang telah disebutkan dalam First Aid dan tidak juga masuk ke dalam kecelakaan yang membuat pekerja harus meninggalkan pekerjaannya selama beberapa hari.

3. RESTRICTED WORK

Restricted Work (Larangan Bekerja) terjadi karena kecelakaan atau penyakit, di mana pemberi kerja ataupun petugas medis memberikan rekomendasi untuk melarang pekerja kembali melakukan pekerjaan rutin mereka yang telah dijadwalkan sebelum kecelakaan terjadi. Perhitungan Restricted Work ini wajib dilaporkan ke OSHA dengan memulai perhitungan sejak 1 hari setelah kecelakaan sampai maksimum 180 hari kerja.

Tingkatan kecelakaan yang dijelaskan di atas ini mungkin saja berbeda di setiap organisasi atau perusahaan mengingat adanya perbedaan resiko, manajemen atau regulasi yang berlaku.

OSHA Log 300 juga memberikan penjelasan mengenai penghitungan statistik kecelakaan yang meliputi:

  • OSHA Recordable Incident Rate
  • Severity Rate

 

TRAINING METHOD

Presentation

Discussion

Case Study

Evaluation

 

FACILITY

Training Kit

Handout

Certificate

Lunch + 2x Coffee Break

Souvenir

Pick Up Participants (Yogyakarta)

 

TRAINING FEE for Statistik Kecelakaan Kerja

Rp6.500.000,-/Peserta/Non Recidential

Minimal Running 5 peserta

Form Pre-Registrasi

Data Materi Training

Topik Training : Statistik Kecelakaan Kerja
Link
*Jumlah Peserta Estimasi Jumlah Peserta yang di ajukan
*Nama Peserta Yang Didaftarkan

Personal Data

*Nama
*Jabatan Jabatan/Divisi/Departement
*Nama Perusahaan
*Alamat Perusahaan
*Email Perusahaan
*Email Alternatif eg: gmail, yahoo, hotmail
*Telepon Kantor
Ekstensi
*Handphone
* Harus di isi
Tags
, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Related Articles

*Semua Silabus dan jadwal training yang ada di Training SDM adalah milik dari masing-masing vendor penyelenggara training.
Close